Assalamualaikum, Readers!
Akhirnya saya bisa berkesempatan untuk update post blog yang baru, karena di semester 5 ini benar-benar sangat sibuk sekali hahaha..
Menurut saya di semester 5 ini agak naik level tingkat kesulitannya, karena saya mulai mempelajari bahasa pemrograman baru seperti Java dan PHP OOP.
Nah, bahasa pemrograman yang saya sebutkan diatas dikategorikan dalam Pemrograman yang Berorientasi Objek. Apa itu? Nah akan kita bahas disini :
Pemrograman berorientasi objek adalah jenis pemrograman yang menggunakan paradigma kelas dan objek, dimana suatu variabel, fungsi, dan method dikumpulkan dalam suatu kelas. Pemrograman berorientasi objek memiliki beberapa sifat sebagai berikut :
1. Abstraksi
- abstraksi pada dasarnya adalah memnemukan hal-hal yang esensial pada suatu objek dan mengabaikan hal-hal yang sifatnya insidental.
- pada pengembangan sistem informasi, ini berarti memfokuskan pada apa itu objek, apa ciri-ciri yang dimiliki objek itu, dan apa yang bisa dilakukan oleh objek itu.
2. Enkapsulasi
Enkapsulasi bisa diartikan sebagai pembungkusan atau penyembunyian informasi (data hiding). Enkapsulasi adalah meninggalkan aspek eksternal dari objek yang dapat diakses oleh objek lain dn memfokus diri pada implementasi internal suatu objek.
3. Inheritas (Pewarisan)
Pewarisan pada dasarnya mengijinkan objek daru suatu kelas untuk mengakses data dan fungsi yang termuat dalam kelas lebih dahulu terdefinisi tanpa harus mendefinisikan ulang. Pewarisan memungkinkan kita menciptakan kelas baru (kelas turunan) yang merupakan perluasan atau spesialis
asi dari kelas lain yang telah ada (kelas dasar).
4. Polimorfisme
Polimorfisme (banyak bentuk) dalam pemrograman berorientasi objek memiliki artian atribut, kelas, fungsi bisa memiliki nama yang sama, dan tentu saja memiliki bentuk yang berbeda. Konsep Pewarisan memunculkan konsep Polimorfisme, dimana mengijinkan penyesesuaian berbagai code untuk memenuhi keadaan tertentu.
No comments:
Post a Comment